Selamat datang di Amikom, Kampus Private Entrepreneur University

Sudah bukan cerita baru lagi, jika Amikom adalah sebuah kampus yang berbasis Entrepreneurship. Artinya, kampus ini memiliki sistem pendidikan kewirausahaan. Siapa saja yang berniat kuliah sambil nyelam, alias sembari kuliah juga ingin mendapatkan ilmu tentang berbisnis, maka Amikom adalah tempat yang tepat.

Suasana kuliah umum STMIK Amikom Yogyakarta

Suasana kuliah umum STMIK Amikom Yogyakarta

Saya pertama kali mengetahui informasi ini ketika saya berada dalam masa penganalan kampus beberapa tahun lalu. Bukan pada masa ospek. Tapi kuliah umum paska tes masuk. Artinya, pada saat itu status saya dan ratusan peserta yang hadir masih berstatus pelajar sekolah menengah atas atau SMA.

Dalam kuliah tersebut, saya pun bertemu secara langsung–atau lebih tepatnya melihat–pendiri sekaligus ketua dari STMIK Amikom Yogyakarta, Prof. M. Suyanto. Dalam kuliah umum tersebut, beliaulah yang memperkenalkan kepada kami tentang kampusnya tersebut.

Pada awal pertemuan, beliau menyinggung tentang bagaimana Kampus Ungu ini didirikan. Mulai dari kisah menyewa gedung hingga cibiran yang ditujukan kepada kampusnya ini, Amikom. Bahkan, ada cibiran yang cukup menyakiti hatinya. “Amikom itu apa? Akademi mirip kos-kosan? apa Akademi Mini Kompo?” ujarnya sembari tertawa. Alhasil, seluruh isi ruangan kuliah pun menjadi tertawa, suasana menjadi cair.

Sesaat setelah itu, Pak Yanto menunjukkan beberapa pencapaian yang telah diraih Amikom. Dari sekian pencapaian, ada satu pencapaian yang begitu ia banggakan. Pada tahun 2009, organisasi tertinggi Dunia yang menangani pendidikan, Unesco, menjadikan STMIK Amikom Yogyakarta sebagai sekolah tinggi percontohan. Lebih tepatnya, Amikom meraih penghargaan sebagai Perguruan Tinggi Percontohan Dunia Model Private Entrepreneur. Suatu pencapaian yang luar biasa. Bahkan perguruan tinggi lain pun belum tentu bisa mendapatkannya.

Salah satu bukti prestasi Amikom

Salah satu bukti prestasi Amikom

Sontak seisi ruang kuliah bertepuk tangan penuh bangga. Amikom yang dulunya penuh cibiran, hinaan, kini telah menjelma menjadi sebuah Perguruan Tinggi (PT) besar dengan segudang prestasi.

***

Tapi sebenarnya apa maksud penghargaan tersebut? Mengapa Amikom mendapat penghargaan sebagai perguruan tinggi model entrepreuner?

Pertanyaan ini akhirnya saya ketahui beberapa saat setelah saya menjadi mahasiswanya. Ternyata memang benar, penghargaan tersebut, memang tepat jika diberikan pada kampus yang tampak ungu dari segala sisi ini.

Setiap tahunnya STMIK Amikom menargetkan setidaknya 10% dari lulusannya untuk menjadi seorang pengusaha. Harapannya sederhana, jika dari 10% itu bisa benar-benar menjadi pengusaha sukses, maka pasti mereka bisa memberikan pekerjaan bagi orang lain. Sehingga para alumni Amikom yang tidak ingin menjadi pengusaha, bisa bekerja pada mereka yang pengusaha.

Namun apakah jumlah tersebut muluk? tentu saja tidak. Sejak awal masuk perkuliahan, secara tidak disadari, Amikom telah mengenalkan para mahasiswanya dengan linkungan kewirausahaan. Secara sengaja, Amikom memang telah merancang kurikulum pendidikannya agar memungkinkan para mahasiswanya dapat mengerti dan memahami dunia bisnis.

Pada perkuliahan semester pertama misalnya, anak-anak Sistem Informasi (SI) akan belajar tentang Pengetahuan Bisnis dan Matematika Bisnis. Secara garis besar, kedua mata kuliah tersebut berbicara banyak tentang dunia bisnis. Pada mata kuliah Pengetahuan Bisnis, para mahasiswa akan mengenal tentang dasar-dasar bisnis, sedangkan pada Matematika Bisnis, para mahasiswa akan mengenal hitung-hitungan berbisnis. Karena sempat belajar Matematika Bisnis juga, saya jadi tahu istilah Mark-Up. 😀

Salah satu karya animasi 2D yang menjadi unggulan Amikom.

Salah satu karya animasi 2D yang menjadi unggulan Amikom.

Kemudian pada semester selanjutnya, semester dua. Para mahasiswa Amikom akan kembali bertemu dengan mata kuliah yang ada hubungannya dengan dunia bisnis. Lingkungan Bisnis, adalah salah satu mata kuliah wajib yang harus diambil oleh setiap mahasiswa semester dua, khususnya mahasiswa SI. Pada mata kuliah tersebut, mahasiswa akan mengenal lingkungan apa saja yang mempengaruhi bisnis. Mata kuliah ini akan dipelajari pada pertemuan perdana di semseter dua, hanya butuh 5 hari untuk merampungkan belajar mata kuliah ini.

Selanjutnya di semester tiga. Di semester ini mata kuliah yang mengandung judul bisnis sudah tidak ditemui. Tapi proses bisnis tetap dipelajari. Materi itu ada dalam mata kuliah Sistem Informasi Manajemen atau SIM. Dalam mata kuliah ini, para mahasiswa akan mengenal tentang seluk beluk mendirikan perusahaan modern. Ngomongin bisnis juga kan? 😀 Mulai dari prosedur hingga bagaimana perusahaan tersebut dioperasikan.

Dan puncaknya berada pada semester lima. Di semester ini, mahasiswa akan mendapatkan mata kuliah wajib bernama e-business. Menariknya, mata kuliah ini bukan saja menjadi mata kuliah wajib anak SI, tapi anak Teknik Informatika (TI) juga wajib mengambil mata kuliah ini. Cuma bedanya kalau di TI, namanya e-commerce. Ya, sebenarnya hanya namanya saja yang berbeda, karena kontennya sebenarnya sama.

Pada mata kuliah tersebut, para mahasiswa benar-benar dipaksa untuk bisa mendapatkan penghasilan secara mandiri. Penghasilannya bisa berupa dollar ataupun rupiah, terserah masing-masing mahasiswa. Dan uniknya, semua penghasilan tersebut harus didapat melalui jalur online alias dari internet. Karena mata kuliah ini, tidak sedikit pula yang kemudian benar-benar menjadi mandiri secara keuangan. Kalau istilahnya sih, mereka-mereka itu adalah para pahlawan devisa. 😀

Namun bukan hanya melalui cara reguler (baca: kuliah) para mahasiswa bisa mendapatkan ilmu kewirausahaan. Selain kuliah, mahasiswa juga bisa bergabung dengan organisasi Entrepreuner Campus. Organisasi ini fokusnya memang kesana. Melahirkan para pengusaha-pengusaha muda yang bisa menciptakan pekerjaan bagi orang lain. Dan ini, adalah salah satu bentuk usaha Amikom untuk mewujudkan cita-citanya sebagai pencetak pengusaha di Indonesia.

Mungkin atas dasar itulah STMIK Amikom Yogyakarta mendapatkan penghargaan sebagai Private Entrepreneur University dari Unesco. Penghargaan yang juga diperoleh oleh Yale University di Amerika Serikat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *